MODEL PEDAGOGI KRISTOSENTRIS BERBASIS PEMIKIRAN CLEMENTUS DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA DIGITAL

Lisbet Parulian Simangunsong

Abstract


Pendidikan Agama Kristen (PAK) berakar pada pemahaman manusia sebagai imago

Dei (Kejadian 1:27) yang dipanggil menuju kedewasaan di dalam Kristus (Efesus 4:13).

Namun dalam praktik kontemporer, PAK di era digital menghadapi krisis epistemologis

berupa fragmentasi pengetahuan, dominasi pendekatan kognitif, serta terputusnya relasi

antara iman, rasio, dan kehidupan. Berbagai pendekatan pedagogi iman telah dikembangkan,

namun belum secara sistematis mengintegrasikan fondasi teologis patristik dengan konteks

digital secara konstruktif.

Studi ini bertujuan merekonstruksi pemikiran pedagogis Clement of Alexandria dan

merumuskannya sebagai Model Pedagogi Kristosentris-Kontekstual. Metode yang

digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan analisis historis-

teologis, interpretasi teologis, dan rekonstruksi konseptual.

Hasil studi menunjukkan bahwa pedagogi Clementus mengintegrasikan iman (fides),

rasio (logos), dan pembentukan moral (ethos) dalam kerangka Kristosentris. Model ini

dikembangkan secara kontekstual dengan menempatkan teknologi sebagai ruang formasi

iman yang memerlukan pendekatan reflektif dan kritis. Kebaruan penelitian ini terletak pada

formulasi model pedagogi yang mengintegrasikan dimensi ontologis, epistemologis,

pedagogis, dan digital secara simultan dan operasional. Model ini berkontribusi pada

pengembangan PAK yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga

transformasi hidup peserta didik secara holistik di era digital.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.57069/haggadah.v7i1.7182

Refbacks

  • There are currently no refbacks.