Gereja Memperkuat Kesatuan dalam Pluralisme: Konsep Kesatuan Diferensial sebagai Respons Eklesiologis terhadap Pluralisme Paradigmatik
Abstract
Pluralisme agama di Indonesia menghadirkan tantangan serius bagi gereja dalam
menjaga kesatuan internal sekaligus membangun relasi sosial yang harmonis. Ketegangan
muncul antara komitmen terhadap eksklusivitas keselamatan dalam Kristus dan tuntutan
toleransi dalam masyarakat majemuk. Sejumlah pendekatan teologis modern, khususnya
pluralisme paradigmatik (John Hick, Paul Knitter), cenderung menggeser kristosentrisme
menuju teosentrisme, yang berpotensi merelativisasi identitas gereja. Di sisi lain, respons
yang terlalu eksklusif sering menghasilkan sikap defensif dan kurang dialogis. Studi ini
mengidentifikasi adanya kekosongan sintesis teologis kontekstual Indonesia yang mampu
menjembatani ketegangan tersebut. Dengan pendekatan teologi sistematis-kritis melalui
analisis literatur dan sintesis konseptual berbasis eklesiologi tubuh Kristus (1 Korintus 12),
Studi ini menawarkan konsep Kesatuan Diferensial sebagai model respons eklesiologis.
Model ini menegaskan bahwa kesatuan gereja tidak berarti uniformitas, melainkan
harmonisasi perbedaan dalam kerangka kristosentris yang tetap terbuka secara sosial.
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Z. (2015). Pluralisme agama dan pola komunikasi antar budaya di Indonesia. Jurnal Komunike, 7(2). PDF file. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/10043/Naskah%20Publikasi.pdf?sequence=2&isAllowed=y
Byers, A. (2016). The one body of the Shema in 1 Corinthians: An ecclesiology of Christological monotheism. New Testament Studies, 62(4), 517–532. https://doi.org/10.1017/S0028688516000163
D’Costa, G. (2022). Christian theology of religions. In B. N. Wolfe, et al. (Eds.), St Andrews Encyclopaedia of Theology. University of St Andrews. https://www.saet.ac.uk/Christianity/ChristianTheologyofReligions/1000
Febrianto. (2017). Pluralisme agama dan dialog: Sebuah perspektif injili terhadap teologi agama-agama Paul F. Knitter. Consilium: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 16(Januari–Juli), 165–189. https://repository.seabs.ac.id/bitstream/handle/123456789/1563/09.%5BFebrianto%5D-%5BPluralisme%20Agama%20dan%20Dialog%5D.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Florasantia, J., Siskawati, J., Pasaribu, K. D. A., & Sarmauli. (2025). Peran doktrin gereja (eklesiologi) dalam membentuk identitas gereja sebagai tubuh Kristus. Educational Journal, 1(1), 129–136. https://doi.org/10.63822/64n85681
Gospel Communication in a Pluralistic Society: Integrating the Lausanne Principles and Pancasila Based Tolerance. (2025). TRANSFORMATIO: Jurnal Teologi, Pendidikan, dan Misi Integral, 2(2), 103–118. https://doi.org/10.61719/Transformatio.A2522.019
Harls E. R. Siahaan & Johannis Siahaya. (2023). The dialectics between the unity and diversity of the church: A jigsaw puzzle metaphor. Verbum et Ecclesia, 44(1).
Hasiholan, A. M., & Siahaan, H. E. R. (2024). Tipologi relasi gereja dan pemerintah menurut Philip J. Wogaman: Konstruksi teologi publik perspektif pentakostal di Indonesia. EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 11(1). https://e-journal.sttiman.ac.id/index.php/efata/article/view/91?utm
Kaha, F. P. A. (2021). Identitas Kristiani dalam konteks pluralisme agama menurut Paul F. Knitter (Skripsi). Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahyangan. https://repository.unpar.ac.id/handle/123456789/14185
Laoli, A., & Bambangan, M. (2025). Gereja sebagai tubuh Kristus: Menelusuri sejarah, makna dan panggilan kita dalam 1 Korintus 12:12–13. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 2(1), 77–83. https://doi.org/10.61132/sukacita.v2i1.470
Meitha Sartika. (2023). Towards an incarnational, relational, and missional post-pandemic church: Dietrich Bonhoeffer’s ecclesiology in dialogue with the concept of faithful presence from James Davison Hunter. VERITAS: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 22(1), 143–159. https://ojs.seabs.ac.id/index.php/Veritas/article/download/569/458/2053
Pandey, D. E., & Lasino, L. (2022). Soteriologi Alkitab di tengah eksklusivisme, inklusivisme, dan pluralisme. EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2(2), 104–117. https://ojs.sttblessing.ac.id/index.php/eulogia/article/view/41/26
Pasaribu, J., Kagu, R. T., Tafonao, T., & Ceria. (2022). Respon gereja terhadap pluralisme dalam aktivitas misiologi Kristen. EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.63576/ekklesia.v1i1.11
Saptenno, K. (2022). Pneumatologi sebagai dasar hospitalitas antar agama menurut Amos Yong. Marinyo: Jurnal Teologi Kontekstual, 1(1). https://doi.org/10.37429/marinyo.v1i1.791
Sagala, K. (n.d.). Tinjauan teologis hakekat eksistensi gereja berdasarkan 1 Korintus 12:12–27 dan implikasinya bagi gereja masa kini dalam konteks oikumenis. Keruxon Ton Logon: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen. https://ojs.sttskriptura.ac.id/index.php/jtp/article/view/19
Sidabutar, H. (2024). Ekumenisme dan praksis gereja lokal: Memperkuat kesatuan dan keragaman dalam bingkai teologi Kristen. Jurnal Teruna Bhakti, 6(2), 189–197. https://doi.org/10.47131/jtb.v6i2.126
Siahaan, H. E. R., Tuju, S., Ayok, M., Siagian, F., & Sampaleng, D. (2021). Hospitalitas pendidikan Kristiani dalam masyarakat majemuk. Jurnal Teologi Berita Hidup, 3(2), 344–355. https://doi.org/10.38189/jtbh.v3i2.99
Solin, N. F., & Situmorang, M. (2025). Pengaruh gerakan oikumenis terhadap kesatuan dalam gereja multikultural. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(1), 10–18. https://doi.org/10.61722/jirs.v2i1.3546
Sugiharto, A. (2020). Keselamatan eksklusif dalam Yesus di tengah kemajemukan beragama. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(2), 98–112. https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jan/article/view/66/54
Tembang, S., & Tanduklangi, R. (2024). Memaknai hospitalitas Kristen berdasarkan Roma 12:17–21 dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia. Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi, 4(2). https://doi.org/10.51591/predicaverbum.v4i2.111
Tommi Karttunen. (2024). Participation in the Triune God and communion ecclesiology. Religions, 15(8), 921. https://doi.org/10.3390/rel15080921
Winarjo, H. (2020). Menuju satu tubuh dengan berbagai anggota: Sikap kaum Injili untuk memediasi konflik yang berpotensi muncul akibat keragaman denominasi gereja di Indonesia. Jurnal Amanat Agung, 16(2), 255–283. https://doi.org/10.47754/jaa.v16i2.49
DOI: https://doi.org/10.57069/haggadah.v7i1.7179
Refbacks
- There are currently no refbacks.